06 of Juni, 2006

maling

 


Dalam perjalanan ngikut teman, arah Sangatta - Muara Wahau. Puluhan, mungkin seratusan truk bermuatan kayu-kayu besar berjajar santai melenggang. Dipastikan itu semua curian, begitu kata seorang kawan. Saya melotot untuk menunjukkan marah yang tak terhingga atas penggerusan hutan yang sudah tinggal seupil kambing itu. Tapi pelototan saya meredup seketika saat beberapa orang sangar-sangar melotot balik pada saya. Camera digital pinjaman saya turunkan perlahan, gak jadi ambil gambar pos-pos pengutip bayaran itu. Maling-maling di depan mata, mustahil para pemberantas kejahatan itu gak tau. Terus, mau bikin apa? Saya sendiri cuma bisa nulis di blog. Gak berarti apa-apa. Sialan!!

 

Posted by Panthom at 16:46:06 | Permanent Link | Comments (0) |

02 of Juni, 2006

blog


Beberapa teman baru memulai membicarakan apa itu blog. 

Sama seperti saya... Lucunya, blog harus punya etika? yang bener aja...

 

Posted by Panthom at 22:32:58 | Permanent Link | Comments (0) |

janji joni


Saya baru saja selesai menonton film Janji Joni, vcd original yang saya beli sebulan lalu bersama dvd original GIE itu.

Tidak ada hal lain yang saya lakukan disini.  Seusai menulis laporan pendek hasil pekerjaan seminggu.  Tidak ada signal TV, tidak ada  tv kabel, tidak ada  buku bacaan.  Yang ada hanya segepok film VCD dan DVD (yang sebagiannya bajakan itu) yang sama sekali belum saya tonton itu.  Karena itu saya pilih menonton saja.  Janji Joni konon segar.  Tapi ini terbuktikan. Setidaknya saya bisa senyumlah.

Janji ya janji.  Janji untuk menepati janji.  Janji untuk apapun.  Termasuk janji untuk tidak menaruh orang lain dalam posisi paling buruk dalam kehidupan berkawan.  Saya tidak percaya ini tidak akan dilakukan.  Saya lebih percaya bahwa proses pembusukan sedang berjalan.  Bahkan oleh mereka yang saya anggap sudah melampaui ambang pikir sejenis ini. 

Saya berusaha untuk terus berbaik pikir, karena hanya itu yang bisa membuat saya membayangkan senyuman para kawan-kawan yang sudah banyak memberi.  Semoga belajar ini bukan milik saya sendiri.  Atau saya sedang tertipu bualan kelas teri yang berbungkus kertas kado murahan? 

Percayalah kawan, semua pembusukanmu dan bualanmu, saya telan bulat-bulat dalam kunyahan prasangka baik, plus senyuman.. percaya, kan?

 

 

Posted by Panthom at 00:12:20 | Permanent Link | Comments (1) |

20 of May, 2006

keterusterangan

Keterusterangan adalah sumber penderitaan..

Ini pelajaran berharga buat saya.  Bahwa keterusterangan bukanlah jalan terbaik menuju kebahagiaan.  Berkali-kali keterusterangan hanya membuahkan persoalan bagi saya.  

Tahun 1990, seorang wartawan yang kala itu dekat dengan kelompok LSM, menjadi satu topik diskusi kami.  Satu alasan penting ia dibicarakan adalah perilakunya yang gemar mengorbankan kami demi mendapatkan berita menarik (kala itu), apalagi kalau bukan penggrebeg-an atau pemeriksaan.  Maklumlah, LSM adalah barang haram-haram halal kala itu.  Dalam rapat beberapa tokoh LSM mengumpat dan memakinya (yang kala itu tentu saja tidak hadir).  Saya, adalah orang pertama yang berterusterang kepadanya bahwa perilakunya mengganggu bahkan memuakkan kami.
Seperti yang sudah saya kira, ia geram dan membalas keterusterangan saya dengan memberikan informasi palsu dan semakin menjadikan kami bahan busuk pemberitaannya.  Well, ini konsekuensi.  Hanya, yang sungguh tidak saya kira adalah respon teman-teman saya, yang juga para tokoh LSM (kala itu).   Mereka, para tokoh LSM itu, dibelakang saya, kepada wartawan itu, mengaku tak pernah mengeluarkan umpatan & makian padanya.  Bahkan, para tokoh itu dengan mudahnya memposisikan sayalah sumber makian itu.  Ludah besar saya tumpahkan, bukan untuk wartawan itu, tapi pada para tokoh itu.  Tikaman telak buat saya, buah atas keterusterangan.

Tahun 2003, 2004, 2005, keterusterangan juga boomerang buat saya.

Tahun 2006, di tempat saya bekerja sebelum ini, kembali keterusterangan hanya menjadi alat pembuktian bahwa kepentingan adalah kesejatian,  lupakan perkawanan.  Saya terlalu tua untuk perkawanan yang dibungkus oleh kepalsuan.

Sekarang, saya bekerja untuk sebuah proyek peningkatan kapasitas pemerintahan.  Fakta-fakta bakal menggiring saya lagi untuk menggunakan keterusterangan saya.  Saya harus bagaimana?

Saya sampai pada kesimpulan, bahwa keterusterangan adalah sumber penderitaan.

 

Posted by Panthom at 05:38:57 | Permanent Link | Comments (0) |

20 of April, 2006

Meulaboh

Meulaboh, April 2006, masih menyisakan duka.  Disamarkan oleh tawa dan canda.  Setidaknya empat kawan baru berkisah, kehilangan sanak keluarga.  Ibu, famili, kerabat dekat, lenyap disapu lidah air tsunami.  Rumah baru ada dimana-mana, bantuan proyek.  Becak-motor ber-plat polisi masih putih-putih banyak bertebaran.  Semua bertuliskan "bantuan", "relief", atau sejenisnya. Papan nama bantuan proyek bertebaran.  Bukan hanya di mobil-mobil bernomor polisi jakarta, bahkan di kakus-kakuspun logo proyek bertebaran.  Tak apa, kami memang butuh, begitu kawan baru saya berkata.

Air tsunami sampai di puncak ruko..., begitu si supir lirih berkata.  Sebelah kanan jalan ini habis semua, sekarang baru dibangun, lanjutnya.  Kantor "depdikbud" yang prasastinya ini ditandatangani oleh kontraktor, terendam, sisa atap saja.

Kisah dituturkan sambil tersenyum, mungkin sambil menambal luka.  Anak-anak korban itu sekarang lebih sering tersenyum.  Bersepeda di halaman kantor kecamatan, sekali lagi sambil tersenyum.  Atau memang tulus, luka telah pupus, dipoles hiburan dari program kemanusiaan, yang semua mobilnya berstiker-kan "no guns".

 

 

Posted by Panthom at 14:14:40 | Permanent Link | Comments (5) |

04 of April, 2006

lantai sebelas tanah abang


 Tanah Abang, 30 Maret 2006

3 hari konsinyasi, bikin laporan proyek, di lantai sebelas, kaca jendela satusetengahkali tinggi badan, tipis, kalo lompat pasti kepala jadi bubur kacang merah! 

 

Posted by Panthom at 15:04:48 | Permanent Link | Comments (2) |

07 of Desember, 2005

perubahan

saya baru mencoba potongan rambut baru.  bukan baru dari sisi mode, cuma baru coba saja.  dulu sekali sebenarnya pernah pilih potongan serupa.  bedanya, kalau dulu karena tuntutan aktivitas, sekarang karena memang pengen coba. rambut saya potong pendek sekali, nyaris plontos.
Posted by Panthom at 01:27:38 | Permanent Link | Comments (2) |

09 of November, 2005

mariana


... kalau saja tidak ada ancaman dan makian dari laki-laki, suaminya itu, atau kalau saja laki-laki itu bersedia memenuhi haknya, mungkin saya dan beberapa kawan tidak akan bertemu dengan mariana ...

Posted by Panthom at 23:31:32 | Permanent Link | Comments (1) |

bingung

...kami merasa ini agak lucu juga, mengingat kami pernah bersama-sama dalam satu organisasi non pemerintah, dan pernah sama-sama mengorganisir kampanye anti perkebunan berskala besar. mungkin karena dulu kami punya wadah yang sama, begitu akhirnya kami simpulkan...

Posted by Panthom at 04:49:44 | Permanent Link | Comments (1) |

01 of November, 2005

black lebaran


lebaran, hari raya idul fitri.  semua diwajibkan saling memaafkan.

disekitar kita ada mereka yang gemar menganiaya.  menganiaya dengan membuat peraturan yang mengabaikan hak masyarakat, menganiaya dengan melindungi penggundulan hutan di perbatasan, menganiaya dengan melakukan sogok-menyogok di mahkamah agung, menganiaya dengan minta kenaikan tunjangan dpr seenak udel-nya, menganiaya dengan menciptakan gerombolan paramiliter untuk menakuti masyarakat, menganiaya dengan cara sweeping hiburan malam dengan mengatasnamakan agama.

maafkan saya, karena saya gemar menghujat mereka itu semua.  dan maafkan saya karena sulit untuk memaafkan mereka.

 

Posted by Panthom at 13:44:15 | Permanent Link | Comments (1) |
1 2