26 of Januari, 2007

The Art of Facilitation vs The Vibrant Facilitation

"Januari hampir berlalu, namun di-blog-mu masih satu.  Nulis lagi dong....."

Itu komentar pendek dari Joko.  Karena tidak mencantumkan alamat emailnya, saya berasumsi si Joko ini adalah Joko Waluyo, teman lama saya,  yang sekarang memilih berkonsentrasi di Pontianak. 

Joko mengingatkan saya kepada sebuah pertemuan di Sulawesi Tenggara dimana saya jadi tandem-nya.  Sepanjang hari fasilitasi,  saya dan Joko seringkali saling adu ungkit tentang kelebihan paket training yang pernah kami ikuti.  Maklumlah, kami sama-sama alumni training Inspirit Innovation Circles yang dimotori Dani & Budshi itu.  Joko alumni training dengan judul Vibrant Facilitation, sedangkan saya alumni training dengan judul The Art of Facilitation.

Adu ungkit kami lakukan dengan ketawa-ketiwi tentunya.  Maklumlah kami kawan lama yang pernah berkomunikasi erat saat aktif dalam beberapa jaringan NGO dulu.  Paket fasilitasi Inspirit-lah yang membuat kami bertemu kembali.

Joko merendahkan saya.  Metode fasilitasi saya tak menggetarkan hati, katanya.  Saya tak beda, Joko saya anggap tak memiliki jiwa fasilitasi, hanya alumni training berjudul The Art of Facilitation –lah yang mampu menangkap jiwa fasilitasi yang sesungguhnya.  Sedikit saja kami membuat kesalahan, kami pasti akan saling olok.  Sekali lagi, dengan ketawa-ketiwi tentunya.

Walaupun sempat jengkel dengan gaya Joko yang enggan menyiapkan panduan fasilitasi untuk esok hari (yang kemudian membuatnya gelagapan dalam saat fasilitasi esok harinya), saya berhasil menangkap makna yang dalam sebagai hasil ber-tandem dengannya.

Saling olok soal paket training Vibrant ataupun The Art of Facilitation dan realita dalam pertemuan di Sultra itu membuka pikiran saya, bahwa perbedaan-perbedaan itu sesungguhnya tak bermakna apapun jika si pengucap tak benar-benar ditakdirkan untuk menjiwai apa sebenarnya fasilitasi itu. 

Saat ini saya bergabung dalam milis VibrantCommunity, sebuah milis yang member-nya adalah alumni training Inspirit Innovation Circles.  Tak peduli judul training apa yang pernah para member itu ikuti, yang penting punya email, dan mau.  Dani, sang penggagas rupanya diam-diam ingin mengubur perbedaan judul-judul training yang pernah ia ciptakan itu.  Ini by design, bukan kecelakaan.  Bukan begitu, Dan?

Saya percaya dengan bakat, talenta, dan kemauan.   Jadi, seribu kali training fasilitasi bisa kita ikuti, seribu judul training fasilitasi pula kita tamatkan, jika tidak ada bakat dan kemauan itu, lebih baik memilih ketrampilan yang lain saja.

Joko, kamu Vibrant, aku The Art of Facilitation, yang lain Dynamic Vacilitation, dan yang lain lagi The Art of Dynamic Vibrant Facilitation.  Bedanya apa?  Menurutku bedanya ada pada inspirit-nya.  Seberapa dalam kita mengimaninya?

Tengkyu, Jok.  Kapan main ke Samarinda? 

Posted by Panthom at 14:13:24 | Permanent Link | Comments (1) |