teamwork
Saya dan kawan-kawan INSPIRIT menggunakan World Cafe, sebuah metode partisipasi, untuk serangkaian pertemuan di Sultra, Sulsel, NTB dan NTT. Hanya limabelas menit saya menerima ”briefing” tentang metode ini dari Dani. Selanjutnya, seperti biasa, saya harus menemukan turunan dari barang baru (buat saya) ini. Untungnya, saya tidak sendirian menggarap pertemuan ini. Di Sultra dan Sulsel saya bersama Doni, Joko, Deni dan Budhsi. Di NTB, hanya tinggal Doni dan Budhsi. Di NTT, selain bersama Doni, saya mendapat power luar biasa dari Ijul, kawan lama, yang baru kali ini saya mendapat kehormatan bersama-sama memfasilitasi.
