reward & punishment
Adalah hal yang mudah untuk mengucapkan kata “penghargaan” (reward) dan “sanksi” (punishment). Bagi anda yang saat ini menempati posisi sebagai pengambil keputusan, dua kata ini bagaikan menu siap saji yang setiap saat harus anda pilih untuk bawahan anda. Sedangkan bagi anda yang berposisi sebagai bawahan, dua kata ini bagai siang dan malam yang memang harus anda lalui. Persoalannya, bagi kita semua, bagaimana mengaplikasikan dan memaknai dua kata ini dalam pekerjaan?
Buat saya, dalam konteks tulisan ini, tak soal bagaimana bentuk penghargaan dan sanksi akan diterima. Isu utama saya adalah bagaimana kedua hal ini bisa diterima, apa dampaknya?
Motivasi, itu sesungguhnya yang menjadi kunci dalam reward dan punishment. Bagi mereka yang menerimanya, setidaknya ia diminta untuk memperbaiki, sehingga ia tak lagi menerima punishment atau ia diminta untuk mempertahankannya jika ia menerima reward. Bagi komunitas di sekelilingnya, peristiwa ini akan menjadi motivasi, untuk tidak melakukan hal yang sama jika itu tentang punishment, dan motivasi untuk setidaknya melakukan hal yang sama jika itu soal reward.
Melihat dampak yang ingin dicapai dari sebuah pemberian reward dan punishment, tentu bukanlah sebuah hal yang berlebihan bila kehati-hatian dibutuhkan untuk merencanakannya.
Menjatuhkan punishment dengan dasar dan perhitungan yang tak jeli, hanya akan menebarkan ketakutan dan membunuh kreatifitas. Begitu pula memberikan reward dengan perhitungan yang dangkal, akan merendahkan si penerima dan juga pemberi.
Karena itu, lakukanlah perhitungan yang cermat dalam menjatuhkan punishment dan memberikan reward. Gunakan parameter yang tepat dan sesuai dengan aturan yang selama ini dianut. Kreatif juga dibutuhkan untuk menemukan inovasi yang selama ini belum tercover dalam aturan yang dianut. Tetapi, melampaui strech zone dalam teori kreatifitas, hanya akan membuat --sekali lagi-- si pemberi dan si penerima nampak konyol.
Sejatinya, siapa korban dalam kasus menghukum orang yang tak bersalah atau memberikan reward pada prestasi yang salah? Seharusnyalah, kita bertanggungjawab atas dampak dari apa yang telah kita kerjakan.
Secermat apa kita memberikan reward dan punishment?

Rewardpun ga selamnya baik setuju bos... (Comment this)